Hadiri Pertemuan PIPAS Aceh, Kakanwil Tegaskan Peran Vital Keluarga

Banda Aceh — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Aceh, Ramdani Boy, menghadiri Pertemuan Rutin Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Daerah Aceh yang diselenggarakan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banda Aceh pada Sabtu (05/09/2026).
Hadir dalam kapasitasnya sebagai Pembina PIPAS Daerah Aceh, Ramdani Boy didampingi oleh sang istri, Ny. Pudji Ramdani Boy, selaku Ketua PIPAS Daerah Aceh. Pertemuan berkala ini juga dihadiri oleh seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Aceh selaku Pembina PIPAS Cabang, beserta para istri yang menjabat sebagai Ketua PIPAS Cabang dari masing-masing wilayah.
Pertemuan rutin PIPAS Daerah Aceh kali ini digelar sebagai wadah penguat tali silaturahmi, sarana konsolidasi organisasi, serta media untuk mempererat sinergitas antaranggota PIPAS di seluruh pelosok Provinsi Aceh. Mengusung tema "Ceria dalam Kebersamaan", kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan suasana yang hangat, harmonis, dan penuh kegembiraan di tengah padatnya rutinitas pendampingan tugas-tugas pemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Ramdani Boy menyampaikan bahwa keberadaan PIPAS memiliki peran yang penting dalam ekosistem keluarga besar Pemasyarakatan.
“PIPAS bukan sekadar sebuah organisasi pendamping. PIPAS merupakan bagian penting dari keluarga besar Pemasyarakatan. Di dalamnya ada semangat kebersamaan, kepedulian, kekeluargaan, serta dukungan yang sangat berarti bagi pelaksanaan tugas jajaran Pemasyarakatan,” tegas Ramdani Boy.
Ia menambahkan bahwa dinamika dan kompleksitas tugas pemasyarakatan saat ini menuntut ketahanan mental dan moral yang kuat dari para petugas. Oleh karena itu, iklim keluarga yang kondusif menjadi benteng utama.
“Tugas Pemasyarakatan memiliki tantangan dan tanggung jawab yang tidak ringan. Karena itu, dukungan keluarga menjadi salah satu kekuatan penting bagi setiap insan Pemasyarakatan untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik, tetap menjaga integritas, disiplin, dan profesionalisme,” lanjutnya.

Lebih jauh, Ramdani Boy juga memberikan pesan mendalam kepada seluruh anggota PIPAS yang hadir agar senantiasa menjadi benteng moral di dalam rumah tangga.
“Kepada seluruh anggota PIPAS, mari terus menjadi sumber semangat dan pengingat bagi keluarga kita masing-masing. Dukung suami maupun anggota keluarga yang bertugas di Pemasyarakatan agar senantiasa bekerja sesuai aturan, menjaga nama baik institusi, memegang teguh integritas, serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun organisasi,” pungkas Kakanwil.
Sejalan dengan semangat tersebut, Ketua PIPAS Daerah Aceh, Ny. Pudji Ramdani Boy, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran wanita pemasyarakatan dalam menciptakan ruang gerak yang positif dan saling mendukung satu sama lain.
“Melalui tema 'Ceria dalam Kebersamaan', kita ingin memastikan bahwa PIPAS Daerah Aceh hadir sebagai tempat yang nyaman untuk saling menguatkan, berbagi energi positif, dan melepas penat dari berbagai kesibukan. Kebersamaan ini adalah modal utama kita untuk terus berkontribusi bagi organisasi dan mendampingi suami dalam mengemban amanah negara,” ujar Ny. Pudji Ramdani Boy.
Tak sekadar diisi dengan agenda seremonial dan pengarahan formal, pertemuan rutin ini berlangsung semarak dengan dihadirkannya serangkaian Fun Games interaktif. Berbagai perlombaan kekompakan tersebut berhasil mencairkan suasana, memacu gelak tawa, dan mempererat rasa kekeluargaan serta soliditas antaranggota PIPAS se-Aceh.
Di tengah kehangatan acara, rasa kepedulian sosial turut diwujudkan secara nyata melalui penyerahan donasi bantuan kemanusiaan. Bantuan hasil penggalangan dana dari seluruh jajaran Pemasyarakatan se-Aceh tersebut diserahkan secara langsung kepada salah seorang pegawai pemasyarakatan yang tertimpa musibah kebakaran rumah beberapa waktu lalu. Momen penyerahan bantuan ini menjadi bukti konkret kekentalan rasa empati dan jiwa korsa di lingkungan Ditjenpas Aceh.
Keseruan agenda semakin lengkap dengan hadirnya jajaran stan Bazar yang memadati area kegiatan. Bazar tersebut menghadirkan beragam produk unggulan karya warga binaan dari berbagai UPT di wilayah Aceh, mulai dari kerajinan tangan hingga produk kuliner serta melibatkan pelaku UMKM lokal. Kehadiran bazar ini tidak hanya menjadi sarana promosi hasil pembinaan warga binaan kepada masyarakat luas, tetapi juga turut menggerakkan perekonomian sektor UMKM lokal.




