Dekatkan Layanan, Kakanwil Ditjenpas Aceh Resmikan Pos Bapas di Sigli

Sigli – Upaya mendekatkan layanan pemasyarakatan kepada masyarakat terus diperkuat oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Aceh. Kepala Kanwil Ditjenpas Aceh, Ramdani Boy, secara resmi meresmikan Pos Balai Pemasyarakatan (Bapas) di Lapas Perempuan Kelas IIB Sigli, Rabu (16/9/2026).
Peresmian yang berlangsung di Lapas Perempuan Kelas IIB Sigli tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan layanan Bapas, khususnya bagi Klien Pemasyarakatan di wilayah Pidie dan sekitarnya.
Kegiatan turut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Pidie, Kabagren Polres Pidie, jajaran Kanwil Ditjenpas Aceh, serta para Kepala UPT Pemasyarakatan se-Aceh yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun melalui virtual Zoom.
Rangkaian peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Kakanwil Ditjenpas Aceh, Ramdani Boy, sebagai simbol resmi mulai beroperasinya Pos Bapas di Lapas Perempuan Kelas IIB Sigli.
Dalam sambutannya, Ramdani Boy menyampaikan bahwa kehadiran Pos Bapas merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan layanan pemasyarakatan yang semakin dekat, mudah diakses, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Keberadaan Pos Bapas ini bukan sekadar penambahan tempat layanan, tetapi merupakan bentuk nyata komitmen kita untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya Klien Pemasyarakatan. Layanan harus hadir lebih dekat, lebih mudah dijangkau, dan lebih responsif.”
Menurutnya, pelaksanaan tugas Bapas memiliki peran penting dalam mendukung proses reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan. Karena itu, keberadaan Pos Bapas diharapkan dapat memperkuat pembimbingan, pendampingan, pengawasan, sekaligus koordinasi dengan berbagai pihak.
“Kita ingin Pos Bapas ini menjadi ruang pelayanan sekaligus ruang sinergi. Bangun koordinasi yang kuat dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder, sehingga proses pembimbingan dan reintegrasi sosial dapat berjalan secara terpadu.” ujar Ramdani Boy.

Ia juga menegaskan agar jajaran tidak menjadikan Pos Bapas hanya sebagai fasilitas administratif, tetapi mampu mengoptimalkan keberadaannya untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Manfaatkan fasilitas ini sebaik mungkin. Jadikan Pos Bapas sebagai pusat pelayanan yang profesional, responsif, dan humanis. Kehadiran kita harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan Klien Pemasyarakatan.” tegasnya.
Sementara itu, Kalapas Perempuan Kelas IIB Sigli, Niken Kartika Wismarini, menyambut baik peresmian Pos Bapas tersebut. Menurutnya, keberadaan Pos Bapas di lingkungan Lapas Perempuan Kelas IIB Sigli menjadi bentuk sinergi antarsatuan kerja dalam meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan.
“Kami menyambut baik hadirnya Pos Bapas di Lapas Perempuan Kelas IIB Sigli. Ini merupakan langkah positif dalam mendekatkan layanan kepada Klien Pemasyarakatan sekaligus memperkuat sinergi antara Lapas dan Bapas.”
Niken berharap keberadaan Pos Bapas dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun Klien Pemasyarakatan dalam memperoleh layanan pembimbingan dan pendampingan tanpa harus menempuh akses yang lebih jauh.
“Dengan adanya Pos Bapas ini, kami berharap masyarakat dan Klien Pemasyarakatan di wilayah Pidie dan sekitarnya semakin mudah mendapatkan layanan. Kami siap mendukung dan berkolaborasi agar Pos Bapas ini dapat dimanfaatkan secara optimal.”
Kehadiran Pos Bapas di Lapas Perempuan Kelas IIB Sigli diharapkan menjadi bagian dari penguatan transformasi layanan pemasyarakatan di Aceh. Tidak hanya mendekatkan akses pelayanan, Pos Bapas juga diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung proses pembimbingan, pendampingan, pengawasan, dan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan.
Dengan semangat kolaborasi dan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, Kanwil Ditjenpas Aceh terus mendorong hadirnya layanan pemasyarakatan yang lebih dekat, mudah diakses, responsif, dan terintegrasi di seluruh wilayah Aceh.





