Kanwil Ditjenpas Aceh Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh

Banda Aceh – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Aceh terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung program ketahanan pangan dan pemberdayaan warga binaan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan jajaran Kanwil Ditjenpas Aceh ke Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh pada Jumat (9/10/2026), guna menjajaki kerja sama strategis di bidang pertanian dan perkebunan pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) se-Aceh.
Kunjungan yang dipimpin oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Aceh, Yusrizal, S.H., M.Si., beserta rombongan tersebut disambut langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, S.P., M.P., IPU., ASEAN Eng., bersama jajaran.
Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi antara jajaran pemasyarakatan dan sektor pertanian untuk mengoptimalkan potensi lahan serta sumber daya yang tersedia di lingkungan Lapas dan Rutan. Melalui kerja sama yang direncanakan, program pertanian dan perkebunan diharapkan dapat dikembangkan secara terarah, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas maksud, ruang lingkup, serta rencana pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kanwil Ditjenpas Aceh dan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. Pembahasan ini mencakup upaya menyelaraskan program, mengidentifikasi potensi yang dapat dikembangkan, serta merumuskan bentuk dukungan yang memungkinkan pelaksanaan kegiatan ketahanan pangan berjalan secara optimal.
Penjajakan kerja sama ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap *Program KOMENPRO (Transformasi Konsumen Menjadi Produsen)*, yang digagas Yusrizal sebagai proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Program tersebut mendorong perubahan pola pikir dari sekadar konsumen menjadi produsen yang mampu menghasilkan produk secara mandiri, produktif, dan memiliki nilai tambah.
Yusrizal menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian warga binaan.
“Kami berharap penjajakan kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh ini dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat program ketahanan pangan di Lapas dan Rutan se-Aceh. Melalui Program KOMENPRO, kami ingin mendorong warga binaan agar tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomi. Dengan dukungan serta pendampingan dari sektor pertanian, kami optimistis program ini dapat menjadi sarana pembinaan kemandirian yang berkelanjutan dan memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat,” ungkap Yusrizal.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia, menyambut baik inisiatif Kanwil Ditjenpas Aceh dalam menjajaki kerja sama di bidang pertanian dan perkebunan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor ini berpotensi mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus mengembangkan kegiatan produktif di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami menyambut baik inisiatif Kanwil Ditjenpas Aceh dalam menjajaki kerja sama di bidang pertanian dan perkebunan. Kolaborasi ini memiliki potensi untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan serta mengembangkan kegiatan produktif di lingkungan Lapas dan Rutan. Kami berharap kerja sama yang direncanakan dapat dirumuskan secara konkret sesuai dengan potensi dan kebutuhan di lapangan, sehingga tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan keterampilan dan kemandirian warga binaan,” ujar Azanuddin.
Melalui implementasi Program KOMENPRO di lingkungan pemasyarakatan, warga binaan diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian dan perkebunan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan tersebut secara langsung. Dengan demikian, kegiatan pembinaan dapat memberikan manfaat nyata, baik dalam mendukung ketersediaan pangan maupun mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal keterampilan produktif ketika kembali ke tengah masyarakat.
Sinergi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh juga diharapkan membuka peluang pendampingan teknis, peningkatan kapasitas, serta pengembangan kegiatan produktif yang sesuai dengan potensi masing-masing satuan kerja. Kolaborasi ini menjadi penting agar program ketahanan pangan tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan terhadap kualitas pembinaan dan kemandirian warga binaan.
Melalui penjajakan kerja sama ini, Kanwil Ditjenpas Aceh menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung transformasi pemasyarakatan. Ke depan, sinergi yang terbangun diharapkan mampu mendorong terwujudnya lingkungan pemasyarakatan yang produktif, mandiri, dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah, sekaligus memperkuat peran pemasyarakatan dalam mempersiapkan warga binaan menjadi pribadi yang lebih mandiri dan siap berintegrasi kembali ke masyarakat.






